0


http://forticeoffice.com/ - Terakhir kali saya mengurus administrasi di kantor kelurahan, kira-kira sudah lewat satu tahun lalu. Waktu itu ada panggilan untuk mengambil e-KTP. Rasanya malas sekali meninggalkan pekerjaan untuk berdesak-desakan, dan berpanas-panasan di kantor kelurahan. Banyak waktu terbuang sia-sia untuk menunggu dokumen yang sedang dikerjakan oleh staff kelurahan di wilayah Jakarta Timur ini. Kalau tidak terpaksa sekali sih, saya memilih untuk tidak pernah datang ke tempat yang namanya kantor kelurahan. Tapi siang ini saya harus kembali ke kantor kelurahan Cililitan dengan terpaksa.

Masalahnya, anak saya yang bersekolah di SMP Depok akan melanjutkan ke SMA Negeri Depok. Dan ada kebutuhan melegalisir Kartu Keluarga untuk pendaftaran di sekolah nanti. Ya sudah, tekad sudah dibulatkan untuk mengantri lagi berdesakan dan berpanas-panasan di kantor kelurahan. Namanya juga sayang anak. Saya memarkir mobil di parkiran kantor kelurahan Cililitan yang relatif sepi. Pintu tertutup semua, hanya ada satu orang sedang duduk di luar di bangku teras. Pikiran saya yang negatif sudah langsung menghakimi, "Ini pasti staff kelurahan sudah kabur makan siang semua, urusan bakalan jadi lama deh".

Orang yang duduk di luar tadi tadi, mempersilakan saya masuk ke pintu itu. Maka saya buka pintu dan masuk ke dalam. Begitu masuk, saya langsung terpana. Di dalamnya suasana dingin ber-AC. Saya sempat bingung. Ini kantor kelurahan, atau Bank Swasta sih ?. Ada 4 petugas kelurahan berbaju resmi duduk di belakang meja seperti meja Customer Service bank, semuanya wanita. Yang paling ujung kiri, bekerja dengan laptop. Ada seorang staff kelurahan yang tersenyum pada saya, dan kursi di depannya kosong. Langsung saya duduk disitu.

Saya sungguh masih bingung. Mana loket tempat mengurus surat-surat seperti biasa ?. Mana tukang ketik yang biasa sibuk ketak-ketik seperti kelurahan pada umumnya ?. Ada sekitar 4 orang tamu duduk di ruang tunggu, tapi tidak mirip orang mengantri. Ibu yang tersenyum tadi langsung melayani saya. Foto Copy Kartu Keluarga saya langsung dicap dan ditulis-tulis, dan dimasukkan buku registrasi. Kami mengobrol ngalor-ngidul, dia bertanya kenapa anak saya tidak sekolah di DKI Jakarta saja, kan bagus ? Lalu anak saya apakah tinggal dengan nenek-nya di Depok ?, dan sebagainya.

Prosesnya cuma 3 menit. Yang luarbiasa, tiba-tiba ada seseorang yang mungkin Lurah Cililitan duduk di samping saya dan menandatangani fotocopy Kartu Keluarga saya. Beres. Total waktu cuma 4 menit. Semua lembar tadi diserahkan kepada saya yang masih kaget. Lho, ini beneran sudah selesai ?. Dari rumah tadi saya sudah siapkan waktu sekitar 3 jam untuk mengurus legalisir Kartu Keluarga ini, tapi sekarang cuma dilayani 4 menit saja di tempat yang dingin dan mirip kantor Bank Swasta ini. Lalu saya salaman dengan ibu tadi sambil memberi salam tempel 2 lembaran rupiah. Saya memberi uang ini bukan untuk menyogok, sebab pekerjaan sudah selesai.

Tapi lebih kepada kepuasan dan terima kasih. Ibu itu mengatakan, "Wah bapak saya beri kupon ya pak. Sebab bapak sudah memberikan uang kepada saya". Saya heran, kupon apaan ?. Dia menyobek 2 lembar kupon. Ternyata itu adalah kupon amal untuk sebuah panti asuhan. Ternyata uang saya akan dihibahkan lagi untuk anak-anak yatim yang tertulis di kupon itu. Saya jadi tambah kagum lagi dengan kantor kelurahan ini. Hati yang tadinya kesal karena berpikir akan antri lama di kantor kelurahan, sudah diubah menjadi kepuasan yang tak terhingga atas pelayanan kantor kelurahan Cililitan ini yang tidak lebih dari 5 menit.

Sepanjang perjalanan pulang, di dalam diri saya tumbuh yang namanya sebuah harapan. Tadinya saya sudah apatis melihat negara dan bangsa Indonesia. Tidak mungkin mental bobrok pejabat dari atas sampai bawah bisa diubah. Namun sejak gubernur yang baru memimpin Jakarta, perlahan-lahan Jakarta berubah melayani warganya. Hati saya rasanya puas dan gembira sekali. Harapan baru tumbuh untuk Jakarta yang baru, dan juga nanti menyongsong Indonesia baru.

http://www.articlemostwanted.com/2014/06/the-first-transgender-female-who-became.html - Lewat blog Kompasiana ini saya menitipkan terima kasih untuk pak Jokowi, pak Ahok dan juga pak Lurah Cililitan beserta staf-stafnya. Saya yakin di kelurahan lain di DKI Jakarta juga sudah berubah baik seperti Kelurahan Cililitan. Berubah untuk melayani warga Jakarta. Sekarang, datang ke kantor Kelurahan sama mengasyikkan seperti datang ke kantor cabang bank Swasta. Selamat datang Jakarta baru.

Dikirim pada 27 Januari 2016 di Uncategories


http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-base-on-galvanized-steel-structure/ - Komponen kimia air laut terbagi atas 4 bagian penting yaitu : 1. Partikel tersuspensi dengan berukuran lebih dari 0,45 µm terdiri atas Bahan organik (detritus) dan Bahan anorganik (mineral), 2. Gas yang memiliki sifat Konservatif (tidak terpengaruh oleh proses biologi; N2, Ar dan Xe), serta bersifat Non-konservatif (dipengaruhi oleh proses biologi; O2 dan CO2). 3. Kolloids berukuran lebih kecil 0,45 µm dan tidak terlarut yang terdiri dari Anorganik (oxyhidroksida) dan Organik (organometalik) 4. Bahan Terlarut Anorganik dengan beberapa unsur yang terkandung didalamnya, terbagi lagi dalam 3 bagian yaitu : Unsur utama (0,05 – 750 mM); Na, Cl, Ca, K, Mg ; Unsur minor (0,05 – 50 µM); P dan N ; Unsur trace (0,05 – 50 nM); Pb, Hg, Cd ; Organik (asam humus).

Kandungan kimia yang terdapat di laut berasal dari berbagai sumber dan menjadi bagian yang sangat mempengaruhi kondisi perairan, dengan posisi laut secara geografis berada pada wilayah terendah diantara bagian rupa bumi lain seperti hal nya daratan dimana dijadikan tempat tinggal oleh manusia serta mahluk lainnya hidup lainnya. Dalam posisi tersebut laut menjadi wilayah dimana sungai bermuara, sehingga proses yang terjadi di sungai mulai dari hulu hingga ke hilir memberikan pengaruh terhadap kadar kimia laut terutama terjadinya pelapukan batuan sebagai aspek pentingnya. Proses pelapukan batuan yang dipengaruhi oleh air hujan yang mengandung CO2 dan SO2­­ (asam) juga bereaksi dengan mineral tanah dan hasil reaksinya akan dibawa ke laut. Dengan mengingat aktivitas manusia di daratan yang tidak terlepas dengan kebutuhan air, secara umum sisa penggunaannya akan dialirkan ke laut secara langsung melalui aliran sungai atau proses evapotranspirasi menjadi sumber senyawa kimia yang terdapat di laut. Sumber lain senyawa kimia di laut adalah proses Hidrothermal yang terjadi dibagian dasar laut, dimana terjadi tingkat panas fisik bawah laut yang terlihat seperti aktivitas gunung api bawah laut secara akumulatif menghasilkan berbagai unsur di dalam kolom perairan.

Air laut yang mengandung berbagai unsur kimia mendorong perkembangan ilmu pengetahuan serta kajian yang lebih mendalam hingga salah satu diantaranya dikenal saat ini dengan konsep salinitas. Konsep salinitas sebagai “sebagai nilai massa garam terlarut dalam massa air laut tertentu”, merupakan hal penting dalam melakukan kajian kimiawi air laut, hal ini dikarenakan salintas sebagai faktor pembeda dalam ekosistem perairan. Untuk mengetahui seberapa besar salinitas dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya yang sangat sederhana adalah pengeringan dan penimbangan. Pada umumnya perairan laut lepas (off shore) memilki salinitas sebesar 35o/oo (ppt), yang berarti bahwa dalam 1 kg air laut terdapat elemen-elemen kimia terlarut (dissolved elements) seberat 35 gram. Dengan kata lain, komposisi air laut tersebut terdiri atas 3,5% elemen-elemen kimia terlarut dan sebesar 96,5% kandungan airnya.Di perairan estuari dimana aliran sungai bermuara, memilki salinitas jauh lebih rendah dibandingkan dengan salinitas perairan laut lepas. Hal tersebut disebabkan oleh adanya percampuran massa air laut dengan massa air sungai yang memilki salinitas rendah.

http://www.articlemostwanted.com/2015/05/alysia-yeoh-transgender-comics-character.html

Dikirim pada 27 Januari 2016 di Uncategories


Kata Kematianku - Banyak orang yang sibuk dengan persoalannya di dunia ini, sehingga lupa akan sesuatu yang mengejarnya di dalam kehidupan ini yaitu kematian, dan semua mahluk yang ada di jagat raya ini pasti akan menemuinya bagi yang hidup, terkadang kebanyakan oran justru tunggang langgan menghindari kematian namun ada juga mereka yang dengan berani mempertaruhkan nyawanya untuk sesuatu yang layak dikorbankan.

melalui kata kematianku ini anda akan melihat beberapa kata kata kematian paling bijak yang dapat anda temukan dari berbagai macam sumber yang tentunya sebagai contoh kata bijak kematian dari orang orang hebat yang sudah tiada dan mengalami kisah suka duka yang amat luar biasa untuk dikisahkan, semoga terhibur dan bermanfaat.

Dikirim pada 26 Januari 2016 di Uncategories


http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-base-on-galvanized-steel-structure/ - The Leonard Chemical. Goodman Institute for Investigative Reporting is focused on providing editorial along with financial support to be able to journalists pursuing in-depth investigative projects that align together with In These Times’ mission of advancing democracy along with economic justice, informing movements for any more humane planet, and providing a great accessible forum for debate concerning the policies that shape our future.

Over the Institute, supported by way of generous grant from Chicago attorney Leonard Chemical. Goodman, In This period will fund along with subsequently publish investigative journalism in which challenges-and changes-the position quo. Inspired by Accelerating Era muckrakers such as Upton Sinclair, Ida M. Wells and Lincoln subsequently Steffens-who helped usher inside reforms like women’s suffrage, an eight-hour workday and an end to child labor-In This period has remained committed to its founding perception that, working together in a very democracy, a crusading press and the best public can generate change.

As newsroom finances shrink and advertising becomes increasingly conglomerated, it’s becoming a lot more difficult for journalists to back up themselves through reporting-especially those journalists considering pursuing stories that serve people interest, not business interests. The Leonard Chemical. Goodman Institute for Investigative Reporting has been established in recognition with this and of the tremendous time frame and labor that switches into investigative reporting. The Institute is committed to compensating writers fairly for work. Journalists whose investigative suggestions are accepted by the Institute will thus receive both any competitive per-word rate for work and compensation for travel as well as other expenses incurred in the course of reporting. http://www.articlemostwanted.com/2015/05/alysia-yeoh-transgender-comics-character.html

Dikirim pada 22 Januari 2016 di Uncategories
Awal « 1 2 3 4 » Akhir


connect with ABATASA