0
Dikirim pada 27 Januari 2016 di Uncategories

http://robust-chemical.com/lemari-asam-fume-hood-base-on-galvanized-steel-structure/ - Komponen kimia air laut terbagi atas 4 bagian penting yaitu : 1. Partikel tersuspensi dengan berukuran lebih dari 0,45 µm terdiri atas Bahan organik (detritus) dan Bahan anorganik (mineral), 2. Gas yang memiliki sifat Konservatif (tidak terpengaruh oleh proses biologi; N2, Ar dan Xe), serta bersifat Non-konservatif (dipengaruhi oleh proses biologi; O2 dan CO2). 3.  Kolloids berukuran lebih kecil 0,45 µm dan tidak terlarut yang terdiri dari Anorganik (oxyhidroksida) dan Organik (organometalik) 4.  Bahan Terlarut  Anorganik dengan beberapa unsur yang terkandung didalamnya, terbagi lagi dalam 3 bagian yaitu : Unsur utama (0,05 – 750 mM); Na, Cl, Ca, K, Mg ; Unsur minor (0,05 – 50 µM); P dan N ; Unsur trace (0,05 – 50 nM); Pb, Hg, Cd ; Organik (asam humus).

Kandungan kimia yang terdapat di laut berasal dari berbagai sumber dan menjadi bagian yang sangat mempengaruhi kondisi perairan, dengan posisi laut secara geografis berada pada wilayah terendah diantara bagian rupa bumi lain seperti hal nya daratan dimana dijadikan tempat tinggal oleh manusia serta mahluk lainnya hidup lainnya. Dalam posisi tersebut laut menjadi wilayah dimana sungai bermuara, sehingga proses yang terjadi di sungai mulai dari hulu hingga ke hilir memberikan pengaruh terhadap kadar kimia laut terutama terjadinya pelapukan batuan sebagai aspek pentingnya. Proses pelapukan batuan yang dipengaruhi oleh air hujan yang mengandung CO2 dan SO2­­ (asam) juga bereaksi dengan mineral tanah dan hasil reaksinya akan dibawa ke laut. Dengan mengingat aktivitas manusia di daratan yang tidak terlepas dengan kebutuhan air, secara umum sisa penggunaannya akan dialirkan ke laut secara langsung melalui aliran sungai atau proses evapotranspirasi menjadi sumber senyawa kimia yang terdapat di laut. Sumber lain senyawa kimia di laut adalah proses Hidrothermal yang terjadi dibagian dasar laut, dimana terjadi tingkat panas fisik bawah laut yang terlihat seperti aktivitas gunung api bawah laut secara akumulatif menghasilkan berbagai unsur di dalam kolom perairan.

Air laut yang mengandung berbagai unsur kimia mendorong perkembangan ilmu pengetahuan serta kajian yang lebih mendalam hingga salah satu diantaranya dikenal saat ini dengan konsep salinitas. Konsep salinitas sebagai “sebagai nilai massa garam terlarut dalam massa air laut tertentu”,  merupakan hal penting dalam melakukan kajian kimiawi air laut, hal ini dikarenakan salintas sebagai faktor pembeda dalam ekosistem perairan. Untuk mengetahui seberapa besar salinitas dapat dilakukan dengan berbagai metode, diantaranya yang sangat sederhana adalah pengeringan dan penimbangan. Pada umumnya perairan laut lepas (off shore) memilki salinitas sebesar 35o/oo (ppt), yang berarti bahwa dalam 1 kg air laut terdapat elemen-elemen kimia terlarut (dissolved elements) seberat 35 gram. Dengan kata lain, komposisi air laut tersebut terdiri atas 3,5% elemen-elemen kimia terlarut dan sebesar 96,5% kandungan airnya.Di perairan estuari dimana aliran sungai bermuara, memilki salinitas jauh lebih rendah dibandingkan dengan salinitas perairan laut lepas. Hal tersebut disebabkan oleh adanya percampuran massa air laut dengan massa air sungai yang memilki salinitas rendah.

http://www.articlemostwanted.com/2015/05/alysia-yeoh-transgender-comics-character.html



Dikirim pada 27 Januari 2016 di Uncategories
comments powered by Disqus


connect with ABATASA