0
Dikirim pada 16 Juni 2016 di Uncategories

Suporter Rusia kembali berulah di Piala Eropa 2016. Setelah mendapatkan peringatan karena bentrokan dengan pendukung Inggris pada laga pertama, kini mereka berulah saat tim mereka ditandukan Slovakia 2-1.

Laman Daily Mail mengabarkan bahwa sejumlah suporter Rusia kedapatan menyalakan kembang api di dalam Stadion Stade Pierre Mauroy, Lille. Insiden itu terjadi saat Denis Glushakov mencetak satu-satunya gol bagi Rusia pada menit ke-80. Tiba-tiba suar berwarna merah beserta asap menyembul dari kerumunan suporter tim beruang merah di tribun penonton.

lemari asam - Kembang api dan petasan merupakan hal terlarang bagi sepak bola internasional. Rusia pun terancam terdiskualifikasi dari Piala Eropa setelah Badan Sepak Bola Eropa, UEFA, sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada mereka.

Pada laga melawan Inggris Ahad lalu, suporter Rusia membuat ulah dengan memancing keributan di dalam stadion. Mereka memprovokasi suporter Inggris sehingga perkelahian pun pecah. Mereka juga mendapat teguran karena menyalakan kembang api pada laga itu.

Atas kejadian itu, UEFA, memberikan Rusia peringatan serta denda sebesar 150 ribu uero. UEFA dalam pernyataan resminya mengatakan memberikan penundaan diskualifikasi kepada Rusia. Namun, penundaan itu bisa saja dicabut jika suporter Rusia kembali berulah.

"Memberikan diskualifikasi yang ditangguhkan terhadap  Tim Nasional Rusia dari turnamen UEFA EURO 2016 karena gangguan suporter. Terkait dengan Artikel ke-20 Peraturan Disiplin UEFA, dikualifikasi ini ditangguhkan hinga akhir turnamen. Penangguhan itu akan dicabut jika insiden sepeti itu kembali terjadi di dalam stadion pada sisa laga yang akan dimainkan oleh tim Rusia sepanjang turnamen," bunyi pernyataan resmi UEFA saat itu.

Terkait insiden kembang api itu, UEFA belum memberikan pernyataan. Namun jika merujuk pada peringatan pertama yang dikeluarkan UEFA, maka Rusia bisa didiskualifikasi dan tak menjalankan laga terakhir melawan Wales.



Dikirim pada 16 Juni 2016 di Uncategories
comments powered by Disqus


connect with ABATASA